Senin, 28 November 2016

APPLICATION CONTROL DAN GENERAL CONTROL

Pengendalian diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, dan oleh berbagai lembaga. Menurut IAI dan COSO sendiri, pengendalian terdiri atas pengendalian umum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control).
Pengendalian umum merupakan pengendalian menyeluruh yang berdampak terhadap lingkungan sistem informasi computer (SIK), meliputi kebijakan dan prosedur mengenai semua aktifitas PDE, yang bertujuan untuk membuat kerangka pengendalian yang menyeluruh mengenai aktifitas PDE, serta untuk memberikan tingkat keyakinan yang memadai bahwa seluruh tujuan pengendalian intern dapat tercapai. Pengendalian ini diperlukan untuk memberikan jaminan bahwa pengendalian aplikasi berjalan dengan baik sebagaimana mestinya, yang bergantung pada sumber daya komputer. Contohnya, memastikan bahwa ruang kantor terkunci, kemudian penempatan satpam di tugas jaga. Sedangkan pengendalian aplikasi adalah semua pengendalian terkait dengan aplikasi tertentu. Semua pengendalian yang dilekatkan dengan satu aplikasi. 

Tujuh jenis pengendalian umum :
1. Pengendalian organisasi dan manajemen
2. Pengendalian piranti lunak dan piranti keras
3. Pengendalian akses
4. Pengendalian data dan prosedur
5. Pengendalian pengembangan sistem baru
6. Pengendalian pemeliharaan sistem dan program
7. Pengendalian dokumentasi

      Pengendalian Aplikasi (Application Control), dimaksudkan untuk memberikan kepastian bahwa pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran transaksi sah serta pemutakhiran file-file induk akan menghasilkan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.
Pengendalian aplikasi ini dibagi menjadi tiga kategori pengendalian, yakni pengendalian atas masukan, pengendalian atas pengolahan dan file data komputer, serta pengendalian atas keluaran. Lebih lanjut tujuan pengendalian aplikasi ini adalah untuk memperoleh keyakinan:
1. Bahwa setiap transaksi telah diproses dengan lengkap dan hanya diproses satu kali
2. Bahwa setiap data transaksi berisi informasi yang lengkap dan akurat
3. Bahwa setiap pemrosesan transaksi dilakukan dengan benar dan tepat
4. Bahwa hasil-hasil pemrosesan digunakan sesuai dengan maksudnya
5. Bahwa aplikasi-aplikasi yang ada dapat berfungsi terus

Pengendalian Aplikasi terdiri dari :
1.  Pengendalian masukan atau input controls.
2.  Pengendalian proses pengolahan data atau process controls.
3.  Pengendalian keluaran atau output controls.

     Perbedaan utama antara pengendalian umum dan pengendalian aplikasi adalah bahwa sifat pengendalian umum adalah prosedural, sedangkan pengendalian aplikasi bersifat lebih berorientasi pada data. Oleh sebab itu, bagi auditor mungkin saja menilai pengendalian umumnya secara terpisah dari penilaian terhadap pengendalian aplikasi.


Selasa, 22 November 2016

PENGENDALIAN INTERNAL MENURUT COSO


Tahun 1992

Committee of Sponsoring Organization of The Treadway Commission (COSO) pada tahun 1992 mengeluarkan definisi tentang pengendalian internal. Definisi COSO tentang pengendalian intern sebagai berikut : sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut ini:
·         Efektivitas dan efisiensi operasi
·         Keandalan pelaporan keuangan
·         Kepetuhan kerhadap hukum dan peraturan yang berlaku).

Pada tahun 1992, COSO menyusun dan menerbitkan Internal Control Integrated Framework yang berisi rumusan definisi pengendalian intern, pedoman penilaian, serta perbaikan terhadap system pengendalian intern, yang penggunaannya mencakup penentuan tujuan pengendalian pelaporan keuangan dna proses control operasional dalam konteks organisasional, sehingga perbaikan dan control dapat dilakukan secara menyeluruh. Struktur pengendalian intern menurut COSO mencakup aktivitas pengendalian terkait pengendalian dengan pemrosesan informasi yaitu pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.
Pada tahun 2004, COSO mengembangkan internal control integrated framework dengan menambahkan cakupan tentang manajemen dan strategi risiko yang selanjutnya dikenal dengan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM).
Komponen-komponen pengendalian internal menurut COSO antara lain:
1.      A control environment (lingkungan pengendalian).
Merupakan tanggung jawab manajemen puncak untuk menyatakan dengan jelas nilai-nilai integritas dan kegiatan tidak etis yang tidak dapat ditoleransi.
2.      Risk assessment (penaksiran resiko).
Perusahaan harus mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menciptakan resiko bisnis dan harus menentukan bagaimana caranya mengelola resiko tersebut.
3.      Control activities (kegiatan pengendalian).
Untuk mengurangi terjadinya kecurangan, manajemen harus merancang kebijakan dan prosedur untuk mengidentifikasi resiko tertentu yang dihadapi perusahaan.
4.      Information and  communication (informasi dan komunikasi).
Sistem pengendalian internal harus dikomunikasikan dan diinfokan kepada seluruh karyawan perusahaan dari atas hingga bawah.
5.      Monitoring (pemantauan).

Sistem pengendalian internal harus dipantau secara berkala. Apabila terjadi kekurangan yang signifikan, harus segera dilaporkan kepada manajemen puncak and ke dewan komisaris.

Tahun 2013

Komponen pengendalian Internal COSO tahun 2013
Pada tahun 2013, komponen COSO dijelaskan lebih rinci lagi daripada sebelumnya, ada beberapa tambahan untuk melengkapi kekurangan di komponen sebelumnya.
  • 1   Lingkungan Pengendalian ( Control Environment )adalah rangkaian standar, proses, dan struktur yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pengendalian internal sebua organisasi. Subkomponen lingkungan pengendalian mencakup:

1.          Menunjukkan komitmen terhadap integritas dan etika nilai-nilai.
2.          Tanggung jawab pengawasan pelatihan.
3.          Menetapkan struktur, wewenang dan tanggung jawab.
4.          Menunjukkan komitmen untuk berkompetisi.
5.          Meningkatkan akuntabilitas.
  • 2.      Penilaian Risiko (Risk Assessment ) melibatkan proses yang inamis dan berulang untuk menidentifikasi dan menganalisis risiko terkait pencapaian tujuan. Yang dilakukan adalah:

1.       Menentukan tujuan yang sesuai.
2.       Mengidentifikasi dan mengawasi risiko.
3.       Menilai risiko penyelewengan (fraud).
4.       Mengidentifikasi dan menganalisis perubahan yang signifikan.
  • . 3 Aktivitas pengendalian ( Control Activities )

          Kegiatan pengendalian mencakup tindakan-tindakan yang ditetapkan melalui kebijakan dan                 prosedur untuk membantu memastikan dilaksanakannya kenijakan manajemen dalam rangka               meminimalkan resiko atas pencapaian tujuan. Kegiatan dalam pengendalian diantaranya:
1.       Memilih dan mengembangkan kegiatan pengendalian.
2.       Memilih dan mengembangkan kontrol umum atas teknologi.
3.       Menyebarkan melalui kebijakan dan prosedur.
4.       Informasi dan Komunikasi ( Information & Communication )
Organisasi memerlukan informasi demi terselenggaranya fungsi pengendalian internal dalam mendukung pencapaian tujuan Dalam komunikasi harus melakukan hal berikut:
1.          Menggunakan informasi yang relevan.
2.          Berkomunikasi secara internal.
3.          Berkomunikasi eksternal.
5.              Monitoring ( Monitoring )
Komponen ini adalah satu-satunya komponen yang berubah nama. Sebelumnya komponen ini disebut pemantauan. Perubahan dilakukan untuk memperluas persepsi pemantauan sebagai rangkaian aktivitas yang dilakukan sendiri juga sebagai bagian dari masing-masing empat komponen pengendalian internal lainnya. Dalam monitoring kegiatan yang dilakukan adalah:
1.       Melakukan evaluasi berkelanjutan dan terpisah.
2.       Mengevaluasi dan mengkomunikasikan kelemahan.

FRAUD TREE

Gambar diatas menjelaskan bahwa fraud dibagi menjadi 3 jenis, yaitu
1.      Korupsi
Korupsi merupakan tingkat kecurangan yang paling tinggi yang biasanya dilakukan oleh seseorang dengan jabatan dan tingkat manajemen yang tinggi pula. Skema dari korupsi yang pertama adalah adanya perbedaan kepentingan (Conflict Interest), adanya perbedaan kepentingan dalam diri maupun dengan orang lain dapat menimbulkan terjadinya kecurangan dalam perusahaan. Kemudian ada penyuapan (Bribery), istilah ini tidak asing lagi di telinga masyarakat karena hampir semua kalangan tidak bersih dari suap. Disebut suap apabila seseorang menerima imbalan untuk sesuatu yang ingin ditutupi dari pihak lain. Bentuk korupsi yang selanjutnya adalah gratifikasi (Illegal gratuities), ini adalah betuk terselubung dari penyuapan, gratifikasi bentuknya bisa bermacam-macam tidak hanya berbentuk uang saja. Yang terakhir ada pemerasan ( Economic Extortion), hal ini biasa terjadi apabila masyarakat yang ingin segera melakukan administrasi ke aparat pemerintah tidak mau bersabar menunggu langkah-langkah yang seharusnya dijalankan, para aparatur negara biasanya meminta sejumlah uang untuk mempercepat proses adiminstrasi.

2.      Penyalahgunaan Aset
Dalam hal penyalahgunaan asset ada yang berupa penyalahgunaan dalam bentuk uang (cash) dan bentuk fisik (non cash). Dalam penyalahgunaan uang ada yang disebut skimming, ini berarti mengambil uang tunai dari penerimaan bisnis dan secara resmi melaporkan total yang lebih rendah. Di sisi lain, ada penyalahgunaan asset dalam bentuk fisik, biasanya para pegawai bagian gudang dengan sengaja mengambil satu atau beberapa barang untuk kepentingan pribadinya.

3.      Manipulasi Laporan Keuangan

Pada manipulasi laporan keuangan, ada yang pada kenyataannya lebih rendah dilaporkan dengan angka yang lebih tinggi ( Net income overstatements ) dan juga sebaliknya ( Net Income Understatements ). Manipulasi laporan keuangan biasanya dilakukan oleh bagian keuangan di suatu perusahaan untuk menutupi kesalahan yang dia perbuat atau memang untuk kepentingannya sendiri.

TEORI FRAUD


Fraud Triangle (Segitiga Fraud)
Menurut teori ini, ada tiga faktor yang mendorong terjadinya sebuah kecurangan (fraud) yaitu pressure (tekanan), opportunity (peluang), dan rationalization (rasionalisasi atau sikap), sebagaimana tergambar berikut ini:



Pressure
Pressure adalah dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan fraud, biasanya dorongan ini berupa tekanan yang dihadapi oleh seorang karyawan terkait dengan masalah pekerjaan yang menumpuk dan harus diselesaikan dalam waktu yang singkat. Tekanan ini bisa menjadi pendorong terjadinya fraud .
Opportunity
Opportunity adalah peluang yang biasanya dimanfaatkan untuk melakukan fraud. Peluang ini bisa terjadi karena internal control yang kurang atau sedang lengah kemudian dijadikan kesempatan oleh karyawan untuk melakukan fraud.
Rationalization
Rasionalisasi merupakan elemen penting dalam terjadinya fraud. Pada tahap rasionalisasi, pelaku berusaha mencari pembenaran terhadap apa yang dilakukannya seperti beralasan bahwa dia mencuri asset untuk membantu keluarga di rumah atau dia korupsi untuk membayar utang yang menumpuk. Etika seseorang sangat diperhitungkan disini, jika pada dasarnya orang tersebut jujur, maka kecil kemungkinan dia akan melakukan fraud, begitu pula sebaliknya.
Jika tekanan dan peluang yang ada sangat tinggi sedangkan etika atau rasionalisai seseorang rendah (buruk), maka kemungkinan terjadinya fraud semakin tinggi. sebaliknya, jika tekanan dan peluangnya rendah sedangkan etika atau rasionalisasi seseorang besar (baik) maka kemungkinan terjadinya fraud semakin kecil atau bahkan tidak ada.

Fraud Diamond
Selain tiga faktor yang telah disebutkan pada Fraud Triangle, pada kenyataannya ada satu faktor lagi yang dapat memungkinkan terjadinya fraud yaitu Individual Capability. Individual capability merupakan daya atau kemampuan pribadi seseorang yang memungkinkan untuk melakukan fraud di perusahaan seperti kecerdasan, jabatan, atau bahkan kebiasaan melakukan kebohongan.
Berikut adalah gambar untuk Fraud Diamond
Dalam Fraud Diamond, kemampuan atau kapabilitas individu memiliki peran penting dalam upaya terjadinya fraud. Oleh karena itu, jika kemampuan atau kapabilitas seseorang dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, kecil kemungkinan fraud akan terjadi.
Jadi, menurut teori ini, seseorang dapat melakukan fraud jika ada tekanan, peluang, dan rasionalisasi yang didukung dengan adanya kemampuan untuk melakukan fraud



Fraud Pentagon
Teori terbaru yang mengupas lebih dalam mengenai faktor-faktor pemicu fraud adalah Teori Fraud Pentagon (Crowe’s fraud pentagon theory). Teori ini dikemukakan oleh Crowe Howarth pada 2011. Teori fraud pentagon merupakan perluasan dari teori fraud triangle yang sebelumnya dikemukakan oleh Cressey, dalam teori ini menambahkan dua elemen fraud lainnya yaitu kompetensi (competence) dan arogansi (arrogance).



Kompetensi (competence) yang dipaparkan dalam teori fraud pentagon memiliki makna yang serupa dengan kapabilitas/kemampuan (capability) yang sebelumnya dijelaskan dalam teori fraud diamond oleh Wolfe dan Hermanson pada 2014. Kompetensi/kapabilitas merupakan kemampuan karyawan untuk mengabaikan kontrol internal, mengembangkan strategi penyembunyian, dan mengontrol situasi sosial untuk keuntungan pribadinya (Crowe,2011). Menurut Crowe arogansi adalah sikap superioritas atas hak yang dimilki dan merasa bahwa kontrol internal atau kebijakan perusahaan tidak berlaku baginya.

Fraud scale
Teori fraud scale merupakan teori lanjutan dari teori fraud triangle. Teori ini mengukur kemungkinan tindakan penipuan dengan cara mengevaluasi kekuatan tekanan, kesempatan dan integritas pribadi. Ketika tekanan situasional dan kesempatan untuk melakukan fraud tinggi namun integritas personal rendah maka kemungkinan terjadinya fraud akan sangat tinggi. Kesempatan yang dimaksud disini adalah adanya asimetri informasi dan kondisi pengendalian internal dalam sebuah orgnaisasi. Motivasi seseorang melakukan fraud adalah untuk keuntungan pribadi.  Dalam kondisi adanya asimetri informasi dan tidak terdapat elemen pengendalian internal dalam organisasi, individu dengan level penalaran moral rendah cenderung akan memanfaatkan situasi tersebut untuk keuntungan pribadinya, misalnya tindakan yang berhubungan dengan kecurangan akuntansi. Kondisi tersebut sesuai dengan yang ada dalam tingkatan level preconventional Kohlberg yaitu individu yang memiliki level penalaran moral rendah memiliki motivasi utama untuk kepentingan pribadinya. Sementara itu, individu dengan level penalaran tinggi dalam kondisi tidak terdapat elemen pengendalian internal di organisasi tetap tidak akan melakukan kecurangan akuntansi yang tidak etis dan akan merugikan banyak pihak.



Fraud white collar crime
White-collar crime adalah suatu kejahatan yang nyata.Hal ini diungkapkan oleh Sutherland (1940) yang menyatakan bahwa :
“White-collar crime is real crime. It is not ordinary called crime, and calling it by this name does not make it worse, just as refraining from calling it crime does not make it better than it otherwise would be.”
Kejahatan ini biasa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan yang tinggi atau orang-orang terhormat, biasanya dilakukan tanpa adanya kekerasan tetapi disertai dengan manipulasi, kecurangan dan pengelakan.
Ada beberapa dampak dari kejahatan ini seperti kerugian material dan rusaknya tatanan masyarakat.
Faktor-faktor yang menyebabkan white collar crime yaitu :
·         Kerawanan kondisi sosial ekonomi
·         Penyelenggaraan pemerintahan dan manajemen yang kurang baik
·         Kontrol yang kurang efektif dan efisien
·         Pembangunan yang serba tertutup
·         Lemahnya peraturan perundang-undangan yang ada
·         Tindakan hukum yang belum tegas


Selasa, 15 November 2016

ANALISIS SISTEM ONLINE : ALIBABA

Alibaba.com merupakan salah satu unggulan dari Alibaba Group yang didirikan pada tahun 1999 oleh Jack Ma dan 17 rekannya. Kini alibaba.com menjadi pemimpin global dalam business to business (B2B) e-commerce. Alibaba.com merupakan portal yang disusun dalam 44 kategori industri utama, termasuk pertanian, pakaian, fashion, mobil dan mainan. Masing - masing kategori industri ini dibagi lagi menjadi beberapa subkategori yang berbeda. Perusahaan ini berhasil go public pada tahun 2007 dan meraih dana sebesar US$ 1,7 miliar dari saham yang diterbitkan. Dalam satu kali klik, akan langsung muncul ribuan produsen dari China dan seluruh dunia yang menyediakan berbagai macam barang mulai dari barang yang terkecil hingga barang yang besar dan mahal serta yang rumit pengerjaannya ada disana. Sebagian pemasok Alibaba.com adalah UKM milik masyarakat.
Dengan nilai IPO sekitar USD 25 miliar, Alibaba akan mempunyai kapitalisasi pasar sekitar USD 165 miliar. Angka tersebut melampaui kapitalisasi pasar Amazon yang sekitar USD 152,4 miliar. Hal ini menjadikan Alibaba sebagai perusahaan internet terbesar ketiga setelah Google dan Facebook.
Untuk bisa berbelanja di alibaba.com konsumen harus mendaftar di alibaba terlebih dahulu dan diperlukan rekening bank serta kartu kredit atau DOKU Wallet agar lebih mudah dalam bertransaksi. Selebihnya, transaksi di alibaba.com hampir sama dengan bertransaksi di website online shop lainnya.
Yang membedakan alibaba dengan yang lain ialah alibaba berisi hamper semua barang yang dibutuhkan oleh konsumen, mulai dari rautan pensil hingga mesin untuk industry. Pada situs alibaba juga banyak penjual yang berasal dari UKM masyarakat, khususnya China. Hal ini menguntungkan bagi pengusaha kecil dan menengah untuk mempromosikan dan menjual produknya ke seluruh dunia, terlebih dengan adanya MEA kegiatan ekspor dan impor seperti tidak ada batasnya.
Alibaba.com merupakan e-commerce dengan system business to business terbesar di China. Alibaba termasuk salah satu portal web yang paling sering digunakan oleh sebagian besar masyarakat China pada khususnya. Sumber pendapatan yang diperoleh oleh alibaba berasal dari layanan internet dan search engine yang bekerja sama dengan Yahoo serta pendapatan dari iklan dan pembayaran online.



Selasa, 08 November 2016

THE CONVERSION CYCLE

Lingkungan Manufaktur Tradisional
 
Siklus konversi terdiri dari kegiatan fisik dan informasi yang terkait dengan manufaktur produk untuk di
jual. produksi dipicu oleh perintah pelanggan dari siklus pendapatan atau dengan perkiraan penjualan dar
i pemasaran. Input ini digunakan untuk menetapkan target produksi dan menyiapkan rencana produksi,
 yang mendorong kegiatan produksi. Permintaan pembelian untuk bahan baku yang diperlukan untuk 
memenuhi tujuan produksi dikirim ke prosedur pembelian (siklus pengeluaran), yang mempersiapkan 
pesanan pembelian untuk vendor. Tenaga kerja yang digunakan dalam produksi ditransmisikan ke sistem 
penggajian (siklus pengeluaran) untuk proses penggajian. Biaya produksi yang terkait dengan pekerjaan 
dalam proses dan barang jadi dikirim ke buku besar dan sistem pelaporan keuangan.
Tergantung pada jenis produk yang diproduksi, perusahaan akan menggunakan salah satu metode produksi
 berikut
1.             Pengolahan secara kontinu untuk menciptakan produk yang homogen melalui serangkaian 
prosedur. Semen dan petrokimia diproduksi melalui metode manufaktur. Tipe pendekatan ini 
perusahaan berusaha untuk mempertahankan persediaan barang jadi pada tingkat yang diperlukan 
untuk memenuhi permintaan penjualan diharapkan. Ramalan penjualan sangat berpengaruh pada 
proses ini.
2.             Proses order melibatkan pembuatan produk sesuai dengan spesifikasi pelanggan. Pembelian 
ini di mulai dari pesanan penjualan.
3.               Sekumpulan proses menghasilkan kelompok diskrit produk. Setiap item dalam kelompok 
yang sama dan membutuhkan bahan baku yang sama dan operasi yang sama.
 Dokumen dalam sistem pengolahan:
-          jadwal produksi adalah rencana formal dan otorisasi untuk memulai produksi. dokumen ini 
menggambarkan produk tertentu yang akan dibuat, jumlah yang akan diproduksi dalam setiap batch,
 dan jadwal manufaktur untuk memulai dan menyelesaikan produksi
-          Tagihan bahan atau Bill of materials (BOM) yaitu jenis dan jumlah bahan baku yang dibutuhkan
 untuk merakit atau memproduksi satu unit produk.
-          Lembar rute menunjukkan jalur produksi tertentu produk mengikuti alur produksi. Konsepnya 
mirip dengan tagihan bahan.
-          perintah kerja atau produksi agar menarik dari tagihan bahan dan lembar rute menentukan bahan dan produksi (mesin, perakitan, dan sebagainya) untuk setiap kelompok.
-          Work order, sebuah catatan dilakukan di setiap pusat kerja dan resmi pergerakan pekerjaan atau 
sekumpulan dari satu pusat kerja untuk ke depannya.
-          Daftar permintaan bahan yang di otorisasi stockeeper untuk mewujudkan bahan kepada individu
 atau pusat-pusat kerja dalam proses produksi. Dokumen ini biasanya menentukan jumlah. Bahan 
yang dibutuhkan lebih dari jumlah standar harus dipisahkan permintaan yang dapat diidentifikasi 
secara Eksplisit sebagai bahan kelebihan permintaan. Ini memungkinkan untuk closercontrol selama
 proses produksi dengan menyoroti pemakaian bahan kelebihan. dalam beberapa kasus, kurang dari
 jumlah standar bahan yang digunakan dalam produksi. ketika hal ini terjadi, pusat-pusat kerja kembali
 bahan yang tidak terpakai untuk gudang disertai dengan bahan surat pengembalian ke gudang.
                                                                                                                                             

Pusat Kerja dan Penyimpanan Persediaan
Operasi produksi aktual dimulai ketika para pekerja mendapatkan bahan baku dari storekeeping dalam pertukaran untuk permintaan resmi bahan. Ketika tugas selesai di pusat kerja tertentu, supervisor atau orang lain yang berwenang menandatangani tiket bergerak, yang berwenang batch untuk melanjutkan pusat kerja berikutnya. Bukti bahwa tahap produksi telah selesai, salinan tiket bergerak dikirim kembali ke perencanaan produksi dan kontrol untuk memperbarui membuka file perintah kerja. Setelah menerima tiket terakhir, pekerjaan ditutup
Pengendalian Persediaan
Fungsi pengendalian persediaan terdiri dari tiga kegiatan utama. Pertama, ia menyediakan perencanaan dan pengendalian produksi dengan laporan status pada barang jadi dan persediaan bahan baku. Kedua, fungsi pengendalian persediaan terus terlibat dalam memperbaharui catatan persediaan bahan baku. Akhirnya, setelah menerima perintah kerja dari pusat pekerjaan terakhir, pengendalian persediaan mencatat produksi selesai dengan memperbaharui catatan persediaan barang jadi.
model persediaan yang umum digunakan adalah model EOQ. Model ini didasarkan pada asumsi penyederhanaan yang mungkin tidak mencerminkan realitas ekonomi. Tujuan dari model EOQ adalah untuk mengurangi total biaya persediaan. Parameter yang signifikan dalam model ini membawa biaya dan biaya pemesanan
Autorisasi Transaksi
Dalam lingkungan manufaktur tradisional, perencanaan produksi dan pengendalian otorisasi kegiatan produksi dilakukan melalui perintah kerja formal
Tiket bergerak ditandatangani oleh pengawas di setiap pusat kerja
Permintaan resmi terhadap bahan dan kelebihan permintaan resmi merupakan wewenang pemilik toko untuk mengirimkan bahan ke pusat-pusat kerja

Pemisahan Tugas
Pengendalian Persediaan pembukuannya untuk RM dan FG persediaan. Kegiatan ini disimpan terpisah dari gudang bahan dan dari fungsi gudang FG. Fungsi akuntansi biaya menyumbang WIP dan harus terpisah dari pusat-pusat kerja dalam proses produksi

Pengawasan
supervisor di pusat-pusat kerja mengawasi penggunaan RM dalam proses produksi. Ini membantu untuk memastikan bahwa semua bahan dibebaskan dari toko yang digunakan dalam produksi dan limbah yang diminimalkan
pengawas juga harus me-review kegiatan dan ketepatan waktu kegiatan

Perusahaan dunia dan pabrik kecil
Perputaran kebiasaan tradisional menjelaskan setiap bagian yang bekerja untuk pabrik hari ini. Sedangkan perusahaan dunia adalah perusahaan pada jaman modern.
Perusahaaan dunia
a.       Ciri-ciri perusahaan dunia.
1.      Harus memiliki strategi yang bagus dan mendapatkan keuntungan
2.      Dapat memotivasi dan memperlakukan karyawan dengan memberikan reward.
3.      Sebuah keuntungan yang besar jika dapat bertemu dengan pelanggan.
4.      Filosofinya adalah dapat mengetahui kepuasan pelanggan.
Prinsip pabrik kecil yaitu Menarik  produksi, Kualitas bagus supaya mengurangi trade-off harga, Meminimalisir limbah produksi, Pengurangan persediaan, Fleksibilitas produksi, Hubungan dengan pemasok yang baik selama bekerja sama ataupun sesudah, sikap tim yang mau bekerja keras.
Kemandirian dari proses manufaktur ada dua yaitu manufaktur tadisional yang dalam pengontrolan setiap mesin dilakukan oleh satu orang. Dan yang kedua adalah pulau teknolog yang semua pengontrolan dilakukan oleh mesin, jadi megurangi jumlah pekerja.
Sistem penggabungan manufaktur
CIM adalah sebuah fasilitas yang dapat digunakan untuk sebuah grup teknologi yang dapat mengatur CNC dari proses awal sampai akhir. Adapula sistem penyimpanan otomatis dan pengambilan yang dapat dikendalikan manusia melalui mesin. Robotik yang di program untuk memproduksi produk yang sama dalam jangka waktu yang lama.
Akuntansi dalam lingkungan perusahaan kecil
informasi tradisional diproduksi di bawah teknik akuntansi konvensional tidak cukup mendukung kebutuhan perusahaan kecil. Mereka menggunakan metode akuntansi baru dan informasi baru yaitu:
1.      Menampilkan semua hal-hal penting untuk pelanngan
2.      Mengidentifikasi keuntungan produk
3.      Mengidentifikasi keuntungan pelanggan
4.      Mengidentifikasi peluang untuk memperbaiki operasional dan produk
5.      Menghitung tambahan pengguna dengan informasi keuangan maupun bukan.

Kesalahan informasi akuntansi tradisional
standar tradisional teknik biaya menekankan kinerja keuangan daripada manufaktur kinerja. Berikut adalah yang sering terjadi dalam standar sistem akuntansi
a.       Pengalokasian dana yang tidak sesuai
b.      Promosi yang kurang
c.       Jeda waktu


Perubahan Struktur Biaya Antara Lingkungan Manufaktur yang Berbeda

Alokasi Biaya Tidak Akurat
Sebuah Asumsi biaya berdiri adalah bahwa semua kebutuhan biaya overhead dialokasikan ke produk dan biaya overhead ini secara langsung berhubungan dengan amunisi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membuat produk. Sebuah konsekuen otomatisasi adalah restruksi manufaktur paten biaya.
Promosikan Nonlean Perilaku Standar
Biaya memotivasi nonlean perilaku inoperations.The utama pertunjukan pengukuran yang digunakan dalam standar biaya adalah efisiensi pribadi pekerja produksi, pemanfaatan yang efektif dari fasilitas manufaktur, dan tingkat overhead diserap oleh produksi.
Jeda Waktu
data biaya standar untuk pelaporan manajemen sejarah di alam.
Orientasi Keuangan
Penggunaan data akuntansi dolar adalah sebagai unit standar ukuran untuk membandingkan item yang berbeda yang dievaluasi.

Activity Based Costing (ABC)
Sebuah metode mengalokasikan biaya untuk produk dan layanan untuk memfasilitasi perencanaan dan kontrol yang lebih baik. itu menyelesaikan ini dengan menetapkan biaya untuk kegiatan berdasarkan penggunaan sumber daya dan menetapkan biaya untuk obyek berdasarkan penggunaan kegiatan.

Keuntungan dari ABC
-biaya lebih akurat dari produk / jasa, pelanggan, dan saluran distribusi
-identifying produk yang paling dan paling menguntungkan dan pelanggan
-accurately biaya pelacakan kegiatan dan proses
  manajer
-equiping dengan biaya intelligance untuk mendorong perbaikan terus menerus
-facilitating bauran pemasaran yang lebih baik
-identifying limbah dan kegiatan non-nilai tambah


Akuntansi Aliran Nilai
Kompleksitas ABC telah menyebabkan banyak perusahaan untuk meninggalkan metode ini mendukung ofa model akuntansi sederhana akuntansi aliran yang disebut nilai.

sistems informasi yang mendukung lean manufacturing
Pada bagian ini kita membahas sistem informasi cummonly terkait dengan lean manufacturing dan kelas cummonly terkait dengan perusahaan kelas manufaktur.