Siklus
Akuntansi Manual
Mengumpulkan
dan Menganalisa Bukti Transaksi
Pada
tahap ini, setiap bukti transaksi yang ada diklasifikasikan sesuai dengan
transaksi yang terjadi serta dianalisa apakah transaksi tersebut sah atau
tidak.
Mencatat
Transaksi pada Jurnal
Setelah
bukti transaksi dikumpulkan dan dianalisa, langkah selanjutnya adalah mencatat
transaksi tersebut ke dalam buku catatan harian untuk transaksi atau biasa kita
sebut jurnal. Proses penjurnalan ini dapat dilakukan pada saat setiap terjadi
transaksi atau direkap dan dilakukan di sore atau malam hari.
Posting
ke Buku Besar
Jika
dalam jurnal semua transaksi tercampur sesuai dengan urutan kejadiannya, maka
dalam buku besar akun-akun tersebut diposting sesuai dengan kelompoknya. Pada setiap
akun di buku besar akan membentuk saldo akhir.
Neraca
Saldo
Saldo
akhir masing-masing akun yang ada di buku besar dipindahkan ke dalam neraca
saldo. Jumlah sisi debit harus sama dengan jumlah pada sisi kredit. Jika terjadi
perbedaan maka harus diselidiki kemungkinan terjadi kesalahan dalam pencatatan
sebelumnya.
Jurnal
Penyesuaian
Apabila
ada transaksi yang harus disesuaikan seperti adanya transaksi yang belum
tercatat, adanya kesalahan perhitungan, dan sebagainya maka transaksi tersebut
ditulis di jurnal penyesuaian.
Neraca
Lajur
Merupakan
kertas kerja yang berkolom-kolom yang dapat memudahkan dalam menyusun laporan
keuangan.
Menyusun
Laporan Keuangan
Laporan
keuangan merupakan salah satu proses yang paling utama dalam siklus akuntansi. Laporan
keuangan menyediakan rangkuman dari keseluruhan transaksi yang terjadi selama
satu periode.
Jurnal
Penutup
Menutup
akun pendapatan dan biaya menjadi nol.
Jurnal
Pembalik
Jika
ada transaksi-transaksi tertentu yang perlu dibalik agar saldonya menjadi nol,
maka dicatat di jurnal pembalik.
Sistem Informasi Akuntansi
Siklus
akuntansi menurut SIA ada 3, yaitu input, proses, dan output.
Input
Pada
langkah ini, input yang diperlukan untuk memproses data adalah dokumen sumber
berupa bukti transaksi.
Proses
Langkah
selanjutnya ialah menjurnal transaksi yang telah diklasifikasikan terlebih
dahulu kemudian mempostingnya ke buku besar.
Output
Output
dari system ini merupakan laporan keuangan dan laporan-laporan lainnya yang
dibutuhkan para pengguna.
Jadi,
pada dasarnya siklus akuntansi manual dengan system informasi akuntansi
sama-sama menghasilkan laporan keuangan, akan tetapi pada siklus akuntansi
manual langkah-langkah yang dilakukan terlihat lebih detail sedangkan pada system
informasi akuntansi lebih disederhanakan.

